(wartafakta.com)-Jakarta, 29 Agustus 2022 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menandatangani Nota Kesepahaman Program Pendidikan Literasi Media Sosial untuk Siswa dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah (SMP) dengan Twitter selama lima tahun ke depan. dari 2022 hingga 2022. 2027. Selesai Dikembangkan bersama dengan Twitter dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program ini akan fokus pada keterampilan literasi media bagi generasi muda untuk membantu warga sekolah berpikir dan menganalisis secara kritis berbagai konten dan informasi yang ditemukan di Internet, sesuai dengan pedoman pelaksanaan kegiatan di media sosial.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suharti mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 dalam empat tahun terakhir, persentase siswa usia 5-24 tahun di Indonesia yang memiliki akses internet memiliki meningkat tajam dari 33,98% menjadi 59,3%. Lebih dari seperempat pengguna internet (25,5%) adalah anak-anak dan remaja. Untuk mencapai penggunaan media sosial yang bijaksana, kemitraan dengan pemangku kepentingan diperlukan dalam upaya pendidikan media yang berkelanjutan di tingkat nasional untuk pengguna pemula media sosial.

“Meski literasi digital di Indonesia sudah merupakan hal yang baik, kami menyadari bahwa ruang internet berkembang sangat pesat dan upaya kami tidak berhenti sampai di situ,” kata Soeharti saat penandatanganan Nota Kesepahaman di SDN Muara Kapuk 03, Jakarta, Selasa (23/8)), upaya kami untuk membangun lingkungan digital yang aman dan menjaga nilai-nilai ‘Profil Mahasiswa Pancasila’ terus berlanjut.Ditulis oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadim Anwar Makarem.

Suharti mengatakan, program ini akan dibarengi dengan berbagai kampanye dan kegiatan interaktif. “Kami senang dapat berkolaborasi dengan mitra tepercaya seperti Twitter dalam upaya berkelanjutan kami untuk mengembangkan program literasi digital yang efektif untuk siswa dan guru sekolah menengah atas dan guru di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Head of Public Policy, Government and Philanthropy for Southeast Asia, Twitter, Monrawee Ampolpittayanant menjelaskan, sejak 24 Juni 2021, Twitter telah mendukung kegiatan perencanaan dan pembuatan konten Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pedoman penggunaan media sosial dan pengelolaan komunikasi publik di bidang pendidikan dari Melalui penggunaan berbagai fitur. Twitter terbaru. Ia melanjutkan, Twitter bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya untuk membuat sumber daya dan program pelatihan untuk membantu meningkatkan literasi digital siswa sekolah menengah di Indonesia.

Upaya ini termasuk mempelajari cara menggunakan alat Twitter yang relevan untuk menangani intimidasi digital serta mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental atau kekerasan berbasis gender online, etiket atau prosedur penggunaan media sosial, dan cara menilai informasi online untuk mendukung siswa. melek huruf.

“Banyak orang Indonesia datang ke Twitter untuk mencari dan berbagi informasi, serta mendiskusikan berbagai hal sesuai minat dan minat mereka. Kami berharap kerjasama lima tahun literasi digital dengan Kemendikbudristek ini akan berdampak nyata bagi siswa sekolah menengah di Indonesia dengan membantu mereka menavigasi dunia media sosial yang semakin kompleks dan terus memiliki informasi yang cukup sehingga mereka dapat terus melakukan bisnis mereka. kata Monrawee Ampolpittayanant.

Ke depan, program kemitraan lima tahun ini akan memperkuat komitmen jangka panjang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Twitter dalam menciptakan lingkungan digital yang bebas dari cyberbullying, kekerasan berbasis gender, dan radikalisasi. Berfokus pada lingkungan sekolah, program ini akan membantu pengguna media sosial pemula, mulai dari siswa SMA, untuk menavigasi dunia internet yang semakin kompleks.

Melalui program ini, siswa sekolah menengah diharapkan dapat berpartisipasi dengan aman dalam percakapan publik dengan mengacu pada kurikulum dan pedoman media sosial yang telah disesuaikan untuk meningkatkan akses ke pengetahuan dan informasi media sosial.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun program literasi digital berkelanjutan yang mampu mengurangi kesenjangan pengetahuan dan mengatasi tantangan dan permasalahan yang berkembang pesat di bidang teknologi. Kami berharap kerjasama ini dapat membantu generasi muda di Indonesia menjadi lebih terampil dalam menggunakan teknologi dan mengetahui cara terbaik untuk menggunakan teknologi.” Media sosial dan memahami kebijakan saat ini untuk mendukungnya.”.(Rd)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.