(wartafakta.com)-Bagi anda Pasangan muda yang baru menikah mungkin merasa bingung atau kesulitan untuk mengatur keuangan keluarga. Hal ini dapat dimaklumi karena hidup bersama orang lain membutuhkan proses adaptasi yang panjang.

Pengertian manajemen keuangan keluarga adalah seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga melalui orang lain untuk mencapai tujuan yang efisien, efektif dan bermanfaat, sehingga keluarga menjadi keluarga yang sejahtera dan keluarga yang tentram.

pada kesempatan kali ini, anda akan menemukan tips manajemen keuangan keluarga dengan gaji kotor untuk keluarga dan pasangan. Selain itu, anda juga akan mendapatkan simulasi pengelolaan keuangan dalam keluarga.

Simulasi pengelolaan keuangan rumah tangga

Misalnya, pendapatan bulanan anda adalah Rs 4 juta. dan Di sisi lain, pendapatan pasangan anda adalah Rs 3 juta. Total pendapatan keluarga anda adalah Rp 7 juta.

Untuk mengetahui berapa banyak uang yang dibutuhkan  untuk setiap kebutuhan, Anda perlu menghitung rasio pengeluaran. Di bawah ini adalah rasio keuangan yang disarankan dalam mengelola keuangan keluarga berupa contoh akuntansi pengeluaran dan pendapatan.

Dana Sosial 10%

Peminat perlu menganggarkan 10% dari pendapatan untuk dana sosial. Dana sosial meliputi uang sedekah, penggalangan dana sosial, iuran rumah tangga, dan kebutuhan sosial lainnya.

Jika total keseluruhan pendapatan keluarga Anda adalah 7 juta, maka 700 ribu dari pendapatan ini harus dialokasikan untuk kebutuhan sosial.

Dana darurat dan investasi 15%

asuransi tidak serta merta membuat Anda tidak menganggarkan dana darurat. Alokasikan 15% dari pendapatan Anda untuk dana darurat dan investasi. Artinya, Anda harus mengalokasikan hingga Rp 1.050.000 untuk dana darurat dan investasi.

Besaran dana untuk dana darurat dan investasi ini bisa disesuaikan. Misalnya, dana darurat anda masih sedih, dan dengan cara ini, Anda bisa menambah dana darurat. Penabung dapat menganggarkan Rp 1 juta  untuk dana darurat sementaraRp 50.000.000 akan diinvestasikan. dan sebaliknya.

Cicilan 30%

Kemudian, sisihkan 30% dari pendapatan keseluruhan keluarga Anda untuk membayar premi. Ingat bahwa premi tidak boleh lebih dari 30% dari pendapatan. Ini adalah standar keuangan yang sehat. Jumlah angsuran ini paling baik digunakan untuk melunasi properti yang rencana akan keluarga anda miliki, seperti rumah atau mobil. Jangan gunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang tidak penting.

Biaya Hidup 30%

usahakan untuk Alokasikan 30% dari pendapatan individub ataupun gabungan pendapatan keluarga anda untuk biaya hidup sehari-hari

penghematan 10%

Selain dana darurat dan investasi, jangan lupa sisihkan pendapatan keluarga untuk ditabung. Untuk menabung, anggarkan 10% dari jymlah keseluruhan pendapatan keluarga anda setiap bulannya.

Tabungan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan lapis ketiga. Misalnya, keluarga Anda ingin membeli kulkas baru. Atau anda dan pasangan sedang merencanakan liburan bersama di akhir tahun. Penghematan 10% ini bisa menjadi solusi.

Gaya Hidup 5%

Jangan lupa untuk menganggarkan biaya kesenangan. Anggaran 5% dari pendapatan Anda untuk biaya hiburan. Anda dan Mitra memiliki 450 ribu sisihkan setiap bulan untuk bersenang-senang.

Biaya ini dapat digunakan untuk menonton film atau mungkin makan di luar. Pecinta harus mengatur keuangan sebaik mungkin. Namun, ini tidak berarti bahwa kekasih tidak bisa bersenang-senang.

Jadi inilah rasio yang saya rekomendasikan untuk mengelola keuangan rumah tangga. Dengan mematuhi rasio pengeluaran ini, sumber keuangan rumah tangga akan tetap dalam kondisi yang baik. Kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, Anda bisa menabung dan berinvestasi, dan di sisi lain tetap bisa bersenang-senang.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.